Atap merupakan salah satu elemen paling penting dalam sebuah bangunan. Dalam dunia konstruksi modern, genteng galvalum pasir semakin populer karena memiliki bobot ringan, tahan karat, serta estetika yang menarik. Namun, keunggulan genteng ini hanya akan maksimal jika teknik penyambungannya dilakukan dengan benar. Sambungan yang kurang tepat dapat menimbulkan kebocoran, rongga udara, hingga kerusakan rangka baja ringan di bawahnya.
Untuk itu, memahami tips sambung genteng galvalum pasir agar rapat menjadi kunci utama agar atap tahan lama dan aman. Artikel ini akan membahas tiga aspek mengenai pentingnya teknik sambung yang benar, cara menyambung tanpa celah, dan kesalahan umum yang harus dihindari.
Pentingnya Teknik Sambung Genteng Galvalum Pasir yang Benar

Genteng galvalum pasir terdiri dari lembaran baja ringan yang dilapisi pelindung anti karat dan butiran pasir di permukaannya. Lapisan pasir tidak hanya membuat tampilan lebih estetis, tetapi juga berfungsi sebagai peredam panas dan suara hujan. Karena berbentuk lembaran panjang, titik sambungan antar lembaran menjadi faktor paling krusial dalam kualitas atap. Berikut alasan mengapa teknik sambung genteng galvalum pasir harus benar.
1. Mencegah Kebocoran Air
Celah sekecil apa pun di sambungan dapat menjadi jalur masuknya air hujan. Overlap yang kurang atau posisi sekrup yang salah dapat menyebabkan rembesan air, terutama saat hujan deras disertai angin kencang.
2. Menghindari Masuknya Angin
Sambungan yang longgar memungkinkan angin menembus ke bawah atap, yang bisa memicu lembaran terangkat atau bahkan kerusakan pada rangka.
3. Menjaga Kekuatan Struktur Atap
Sambungan yang presisi membantu mendistribusikan beban angin dan air hujan secara merata. Sebaliknya, sambungan yang salah dapat menimbulkan tekanan berlebih di satu titik dan melemahkan rangka.
4. Memperpanjang Umur Pakai Atap
Jika air masuk melalui sambungan yang tidak rapat, rangka baja ringan di bawah genteng bisa mengalami korosi lebih cepat, sehingga mengurangi masa pakai atap.
5. Efisiensi Biaya Perawatan
Sambungan yang tepat mengurangi risiko perbaikan rutin akibat kebocoran atau kerusakan lembaran, sehingga investasi atap menjadi lebih hemat jangka panjang.
Cara Sambung Genteng Galvalum Pasir yang Benar Tanpa Celah

Agar sambungan genteng galvalum pasir rapat, ada beberapa langkah yang harus diperhatikan dengan rinci. Teknik yang tepat memastikan air tidak masuk, atap tetap estetis, dan struktur rangka terlindungi.
1. Pastikan Kemiringan Atap Sesuai
Kemiringan ideal atap galvalum pasir minimal 25–30 derajat. Kemiringan ini membantu air hujan mengalir dengan lancar, sehingga risiko genangan di sambungan berkurang. Atap terlalu landai meningkatkan kemungkinan rembesan karena air cenderung mengalir lebih lambat.
2. Overlap yang Tepat
Overlap yang cukup panjang penting terutama di wilayah dengan hujan deras. Jangan mengurangi panjang overlap untuk menghemat material karena akan meningkatkan risiko kebocoran.
-
Sambungan horizontal (sisi ke sisi): minimal 1 gelombang.
-
Sambungan vertikal (atas ke bawah): biasanya 15–20 cm, tergantung panjang lembaran.
3. Pemilihan dan Penempatan Sekrup
Salah satu penyebab kebocoran adalah penggunaan sekrup yang tidak sesuai atau penempatan yang salah. Cara pemsangannya yaitu gunakan sekrup self drilling dengan ring karet EPDM untuk menutup celah lubang. Setelah itu, pasang sekrup di puncak gelombang, bukan di lembah, agar air tidak menggenang di sekitar titik sekrup.
4. Penggunaan Sealant Tambahan
Untuk area rawan bocor, seperti pertemuan atap dengan dinding atau sambungan khusus, sealant atap metal bisa digunakan. Sealant mengisi celah kecil yang mungkin tidak terlihat, mencegah rembesan air. Pastikan permukaan bersih dan kering sebelum diaplikasikan agar daya rekat optimal.
5. Pemasangan dari Bawah ke Atas
Mulai pemasangan dari bawah menuju atas. Lembar yang berada di atas menutupi sambungan lembaran bawah, mengikuti aliran gravitasi air. Ini adalah prinsip dasar yang membuat air mengalir tanpa masuk ke celah sambungan.
6. Rangka Baja Ringan yang Rata dan Presisi
Rangka baja ringan yang tidak rata akan menyebabkan lembaran genteng tidak menempel dengan sempurna, sehingga berpotensi menimbulkan celah pada sambungan. Untuk menghindari hal ini, pastikan jarak antar reng sesuai dengan rekomendasi pabrik, semua permukaan rangka rata dan sejajar, serta tidak ada bagian yang bengkok atau miring.
Presisi pemasangan rangka sangat memengaruhi rapat atau tidaknya sambungan genteng, sehingga menjadi salah satu faktor krusial dalam memastikan atap tahan bocor dan kuat.
Kesalahan yang Harus Dihindari Agar Sambungan Genteng Galvalum Pasir Rapat
Banyak masalah kebocoran timbul karena kesalahan teknis yang sebenarnya bisa dihindari. Mengetahui hal-hal yang salah umum dilakukan adalah cara efektif untuk menjaga kualitas atap.
1. Overlap Terlalu Pendek
Mengurangi panjang overlap untuk menghemat material merupakan kesalahan fatal. Celah di titik sambungan akan meningkatkan risiko rembesan, terutama saat hujan deras dan angin kencang.
2. Sekrup Dipasang Sembarangan
Sekrup yang dipasang di lembah gelombang membuat air mudah menggenang dan merembes. Selain itu, terlalu banyak sekrup juga bisa merusak lembaran, sementara terlalu sedikit membuat atap kurang stabil.
3. Mengabaikan Ring Karet pada Sekrup
Tanpa ring karet, lubang sekrup menjadi jalur masuk air. Walaupun tidak langsung terlihat, lama-kelamaan kebocoran pasti muncul.
4. Memotong Genteng dengan Alat yang Salah
Pemotongan menggunakan gerinda tanpa teknik benar dapat merusak lapisan pelindung anti karat. Bagian yang tergores atau terkelupas akan menjadi titik awal korosi. Gunakan alat potong metal khusus dan teknik pemotongan yang aman.
5. Tidak Memperhatikan Arah Angin Dominan
Di daerah rawan angin kencang, arah pemasangan lembaran harus disesuaikan dengan arah angin dominan. Salah arah membuat air mudah terdorong masuk ke sambungan.
6. Tidak Melakukan Pemeriksaan Akhir
Sering kali, setelah pemasangan selesai, tidak dilakukan pengecekan ulang. Padahal, pemeriksaan akhir penting untuk memastikan semua sekrup terpasang kuat, tidak ada celah terbuka, dan lembaran tidak bergeser atau melengkung.
Pemeriksaan akhir dapat mencegah biaya perbaikan besar di masa depan dan memastikan atap berfungsi optimal sejak awal.
Alternatif Atap Galvalum dengan Kualitas Terbaik Cocok untuk Segala Bangunan

Alternatif atap lain yang tepat untuk hunian adalah Atap Galvalum Grand Luxe. Atap Galvalum Grand Luxe terbuat dari material unggul, yang membuat atap ini memiliki daya tahan yang baik. Dijamin mampu menghadapi segala macam kondisi cuaca ekstrim, baik panas, hujan, maupun angin kencang.
Sehingga jika mencari atap yang tahan lama, Grand Luxe solusinya.
Dilengkapi juga dengan lapisan anti UV yang membuat bangunan lebih sejuk dan nyaman meskipun terpapar sinar matahari yang intens.
Atap Galvalum Grand Luxe dapat dikirim ke seluruh Indonesia bahkan IKN melaui cabang kami yang ada di Balikpapan. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi WhatsApp berikut.
Kesimpulan
Sambungan genteng galvalum pasir yang rapat adalah kunci utama agar atap tahan bocor, kuat, dan awet. Dengan penerapan tips ini, genteng galvalum pasir dapat memberikan perlindungan optimal bagi bangunan Anda.

